RESUME
SISTEM BASIS DATA
SISTEM BASIS DATA
Muhammad
Ghazali
1304411379
Universitas Cokroaminoto Palopo
Universitas Cokroaminoto Palopo
Data adalah fakta yang mewakili suatu objek
seperti manusia, hewan, barang, peristiwa, keadaan dan sebagainya, yang direkam
dalam bentuk angka, huruf simbol, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya.
Sedangkan Informasi adalah
hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih
berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata
(fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Perbedaannya adalah Data lebih bersifat historis, sedangkan
Informasi lebih dinamis, serta mempunyai nilai yang sangat penting.
SI adalah kombinasi dari teknologi informasi dan
aktifitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Sedangkan SIM adalah
sekumpulan elemen yang saling berhubungan, saling berinteraksi dan bekerjasama antara berbagai bagian
dengan cara-cara tertentu untuk melakukan fungsi pengolahan data, pemasukan
data, dan menghasilkan keluaran berupa informasi yang berguna dan mempunyai
nilai nyata, sebagai dasar
pengambilan keputusan, mendukung kegiatan manajemen dan operasional dengan
memanfaatkan berbagai sumber daya
yang ada bagi proses tersebut guna mencapai tujuan organisasi. SI terdiri dari beberapa komponen,antara
lain :
Hardware :
CPU, Disk, Terminal, Printer
Software :
Sistem operasi, sistem basis data, program aplikasi
Personil :
Operator sistem, Penyedia masukan, Pengguna keluaran
Data : data
yang tersimpan dalam jangka waktu tertentu
Prosedur :
instruksi dan kebijaksanaan untuk mengoperasikan sistem
Basis data merupakan himpunan kelompok data /arsip yang saling
berhubungan yang diorganisasi sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan
kembali dengan cepat & mudah. Tujuan dibangunnya basis data yaitu, Kecepatan & kemudahan (speed) , Efisiensi
ruang penyimpanan (space), Keakuratan (accuracy), Ketersediaan (availability), Kelengkapan (completeness), Keamanan (security), Kebersamaan pemakaian (sharability) . Adapun Operasi dasar basis datanya yaitu, Create database,
Drop database, Create table, Drop table, Insert, Retrieve / Search, Update, Delete
.
Sistem Manajemen Basis Data (DBMS), Merupakan perangkat lunak yang didisain untuk
melakukan penyimpanan dan pengaturan
basis data. Sejarah Kemunculan BD yaitu
Sistem Pemrosesan Manual,
Sistem Pemrosesan Berkas,
SBD.
Sistem Basis Data merupakan sekumpulan basis data dengan para pemakai yang menggunakan basis data secara bersama-sama, personil
yang merancang dan mengelola basis data, teknik-teknik untuk merancang dan
mengelola basis data, serta sistem komputer yang mendukungnya . Adapun
Komponenya yaitu: Perangkat keras ,
Basis data, Sistem pengelola basis data (DBMS), Pemakai . Bahasa basis data
merupakan perantara bagi pemakai dengan basis data dalam berinteraksi, yang
telah ditetapkan oleh pembuat DBMS. Dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :
•
Data Definition Language (DDL)
Dengan bahasa ini kita dapat membuat tabel baru, membuat indeks, mengubah
tabel, menentukan struktur tabel, dll. Hasil dari kompilasi perintah DDL menjadi Kamus Data, yaitu data yang menjelaskan data sesungguhnya. Contoh: Create, Modify Report, Modify Structure, dll.
•
Data Manipulation Language (DML)
Berguna untuk melakukan manipulasi dan pengambilan data pada
suatu basis data
yang berupa : insert, update, delete, dll.
Abstraksi Data merupakan level dalam bagaimana melihat data dalam sebuah sistem basis data. Sistem basis data biasanya
menyembunyikan detil tentang bagaimana data disimpan dan diperlihara. Oleh
karena itu, seringkali data yang terlihat oleh pemakai sebenarnya berbeda dengan
yang tersimpan secara fisik.
Adapun penjelasan Abstraksi Data yaitu :
Level Fisik (Physical Level) , Lapis fisik merupakan lapis terendah, lapis ini menjelaskan bagaimana (how)
data sesungguhnya disimpan. Pada lapis inilah struktur data dijabarkan secara
rinci.
Level Logik / Konseptual (Conceptual
Level) , Lapis konseptual lebih tinggi dari lapis
fisik. Lapis ini menjabarkan data apa (what) saja yang sesungguhnya disimpan
pada basis data, dan juga menjabarkan hubungan-hubungan antardata secara keseluruhan.
Seorang pengguna dalam level ini dapat mengetahui bahwa data mahasiswa disimpan
pada tabel mahasiswa, tabel krs, tabel transkrip dan lain sebagainya. Level ini
biasa dipakai oleh DBA.
Level Penampakan / Pandangan (View
Level), Lapis pandangan
merupakan lapis tertinggi pada abstraksi data. Pada lapis ini pengguna hanya
mengenal struktur data yang sederhana, yang berorientasi pada kebutuhan
pengguna. Data yang dikenal oleh masing-masing pengguna bisa berbeda-beda dan barangkali hanya mencakup
sebagian dari basis data.
Model basis data
adalah model yang menyatakan hubungan antar rekaman yang tersimpan dalam basis
data. Pada beberapa literatur yang lain model basis
data ini disebut Struktur Data Logis. Secara umum terdiri
atas 3 macam:
-
Model Hirarkis, Menjelaskan tentang
hubungan logik antar data dalam basis data dalam bentuk hubungan bertingkat (hirarki) Elemen
penyusunnya disebut node (simpul), yang berupa
rinci data, agregat data, atau record.
-
Model Jaringan (Network), Hampir sama
dengan model hirarki, dan digambarkan
sedemikian rupa sehingga child pasti berada pada level yang lebih rendah dari
parent. Sebuah child dapat
mempunyai lebih dari satu parent.
-
Model Relasional, Menjelaskan hubungan logik antar data dalam basis data dengan
memvisualisasikannya ke dalam bentuk tabel – tabel yang terdiri dari sejumlah
baris dan kolom yang menunjukkan atribut tertentu. Lebih mudah dipahami dibanding model-model lainnya.
Relational Database Model
Terminologi , Model ini
menjelaskan tentang hubungan logik
antar data dalam basis data dengan cara memvisualisasikannya ke dalam bentuk
tabel dua dimensi yang terdiri dari
sejumlah baris dan kolom.
Sifat yang melekat pada suatu relasi
•
Tak ada tupel
yang kembar.
•
Urutan tupel tidaklah
penting (tupel – tupel dapat dipandang dalam sembarang urutan).
•
Setiap atribut
memiliki nama yang unik
•
Semua atribut dalam
relasi yang sama memiliki nilai tunggal dan jenis yang sama untuk semua tupel.
Domain, Himpunan nilai yang berlaku
bagi suatu atribut. (nama, tipe, format, panjang dan nilai masing-masing data).
Adapun Kunci Relasi terdiri dari :
•
Kunci Kandidat
(Candidate Key) adalah kunci yang secara unik (tidak mungkin kembar) dapat
dipakai untuk mengidentifikasi suatu baris dalam tabel. Contoh: NIP, NIK, dll.
•
Kunci Primer (Primary
Key) adalah CK yang dipilih sebagai kunci utama untuk mengidentifikasi suatu
baris dalam tabel.
•
Kunci Alternatif
(Alternate Key) adalah CK yang tidak bertindak sebagai PK.
•
Kunci Tamu (Foreign
Key) adalah sembarang atribut yang menunjuk ke PK pada tabel lain.
Integritas Entity, Nilai
atribut yang dipilih sebagai PK dalam relasi tidak boleh null. Aturan ini menjamin bahwa semua record yang ada dalam
basis data akan dapat diakses karena semua record dapat diidentifikasi
berdasarkan kunci yang unik.
Integritas Referensial, Jika dua buah tabel direlasikan maka PK harus
menjamin bahwa untuk setiap nilai PK tertentu dalam tabel A, harus ada pula
record dengan nilai PK yang sama pada tabel B.
Adapun Relasi yaitu mempunyai 2 komponen
:
a. Intention
-
Terdiri dari dua bagian yaitu struktur penamaan
(naming structure) dan batasan integritas (integrity constraint).
-
Struktur penamaan
menunjukkan nama tabel dan nama atribut yang ada lengkap dengan batasan
nilai dan tipe datanya.
-
Batasan integritas
dipengaruhi oleh integritas referensial yang meliputi key constraint dan
referensial constraint.
-
Key constraint tidak
mengijinkan adanya nilai null pada atribut yang digunakan sebagai PK.
-
Referentil constraint
memberikan aturan bahwa nilai-nilai dalam atribut kunci yang digunakan untuk
menghubungkan basis data satu ke basis data lain tidak diijinkan memiliki nilai
null.
b. Extention
-
Menunjukkan isi dari tabel-tabel yang cenderung
berubah sewaktu-waktu.